Jumat, 05 Agustus 2016

inspirasi kita



Aku sudah setiap hari mencintaimu,
jadi biarkan aku pergi,selamat tinggal
hampir Setiap Rabu biru, aku terbenam dalam air asin ini. Air itu berhamburan memenuhi diriku sehingga dapat kubasuh lukaku yang tak akan pernah bisa dilihat orang. Belasan Bulan sudah lewat. Kupikir, lama-kelamaan akan jadi baal. Aku salah. Ternyata, di dalam sini masih saja terasa perih. Arus menampar mukaku sana-sini. Aku diam saja. Matahari timbul emas-keunguan. Ia jauh seperti engkau. Bedanya, ia selalu kembali, sementara kau tidak. Ketika kau masih di sini, kuucapkan aku mencintaimu setiap hari. Kupeluk dan kucium engkau setiap hari. Kuhirup baumu setiap hari. Kudengarkan ceritamu setiap hari. Kusediakan apa-apa yang kau perlukan setiap hari. Mengapa? Supaya tak ada penyesalan ketika nanti kau telah pergi. Aku tak ingin menyesal. Penyesalan bagiku adalah sesuatu yang bisa menjatuhkan jiwa dan kejatuhan jiwa akan melahirkan luka.
Air asin ini mendorong-dorong tubuhku. Aku terhuyung. Bayangmu seketika buyar. Aku sudah berulang kali ke sini, namun air ini tidak lebih ramah dari yang kemarin. Sama saja seperti Waktu.
 Persahabatan macam apa yang telah kujalani dengan Waktu semenjak kau pergi? Jika begitu, untuk apa sebenarnya aku ke sini dan meminjam jam-jamnya sejenak? Pertanyaan-pertanyaan ini membuatku pusing. Kutapaki karang-karang hitam dan undakan pasir. Buih-buih memecah di betisku. Aku terduduk di pasir kelabu. Kutatap arakan awan yang ditembus-tembusi cahaya dari Matahari yang mulai meninggi. Udara pun menghangat. Aku berbaring melihat Langit. Kali ini, ternyata ia sedang berupaya menjetikku lebih keras dari biasanya. Kutarik napas dalam seolah aku mampu menghidupkan segala hawa kehidupan dari atas sana dan menyerapnya ke dalam jiwaku yang tinggal separuh. Ia menyadarkanku pelan-pelan akan apa yang sebenarnya aku butuhkan.
Tuhan, penguasa Langit, Laut, dan Waktu, rengkuhlah aku. Bantu aku jadi lebih kuat. Bantu aku melepas belenggu perih lukaku ini. Aku ingin bangkit.
 Laut, Langit, bagaimanapun, aku ingin berterima kasih kpda mu karena sudah setia  menemani.
Dan untuk Waktu, kupikir sudah saatnya kita berdamai. Aku akan pergi dari sini. Akan kulangkahkan kakiku ke depan dengan langkah yang  lebih tegap tanpa keraguan. Kasih, Cintaku, memori tentangmu tak akan pernah usang. Kau akan selalu ada di dalam sini. Aku sudah mencintaimu setiap hari,jadi biarkan aku pergi.........Selamat tinggal......................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar